Sekdaprov Jatim Minta GSB Jatim Rutin Dilaksanakan
Sekretaris Daerah
Povinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardi MM meminta gelar seni budaya
pertunjukan masyarakat seperti, sendra tari, wayang maupun kesenian lainnya
bisa rutin dilaksanakan, baik dalam satu minggu hingga sebulan sekali.
Gelar seni dan budaya
yang rutin dilaksanakan, bertujuan untuk menjaga keberadaan seni sehingga tidak
tergerus dengan budaya asing yang masuk di Indonesia. ”Semakin sering
dilaksanakannya pagelaran budaya, maka dapat mengikis kebudayaan asing yang
masuk di Indonesia,” ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan
seperti ini harus rutin dilaksanakan. Pentas pertunjukan kesenian rakyat yang
ada di setiap Kab/Kota harus sering ditampilkan di gedung kesenian seperti Cak
Durasim sehingga masyarakat lebih mengenal produk seni asli daerah yang ada di
Jatim. “Pengenalan produk seni daerah yang digelar secara rutin, akan mampu menangkal
kebudayaan asing yang masuk khususnya di era globalisasi saat ini,”ungkapnya.
Sekdaprov menambahkan,
peran pemerintah dalam meningkatkan dan menyosialisasikan pertunjukan seni dan
budaya kepada masyarakat akan berdampak terhadap kecintaan mereka kepada budaya
yang ada di daerah itu sendiri.
Selain itu, seni dan
budaya yang ada saat ini jika dikemas secara baik, professional dan di
sosialisasikan dengan promosi yang baik, akan mampu bersaing di pentas dunia.
“Kita sudah memiliki modal, bahwa seni dan budaya yang ada di Indonesia pasti
memiliki nilai sejarah yang tinggi dibandingkan dengan budaya asing yang masuk
di Indonesia dimana asal usulnya tidak jelas,” imbuhnya.
Ia berharap, dengan
rutin dilaksanakannya pagelaran seni dan budaya ini, akan mendorong penguatan
promosi budaya daerah sehingga keberadaannya turut memajukan kesenian yang ada
di Jatim.
Sementara itu, Wakil
Bupati Tuban Ir. H. Noor Nahar Husein M.Si mengatakan, bahwa Kabupaten Tuban
sangat kaya akan potensi Sumber Daya Alam (SDA), produk unggulan serta seni dan
budaya. Kekayaaan tersebut merupakan potensi daya tarik wisata yang perlu terus
digali, dilestarikan dan dikembangkan dalam meningkatkan perekonomian guna
menyejahterakan rakyat.
Ia menjelaskan, saat
ini Kab. Tuban telah menjadi tujuan utama wisata ziarah di Jatim dengan tingkat
kunjungan terbanyak. Hal ini dikarenakan, keberadaan makam-makam aulia penyebar
agama islam masih terawat dan dikelola dengan baik.
“Jika anda berkunjung
ke Tuban, terdapat makam wali penyebar agama islam seperti, Makam Sunan Bonang,
Makam Ibrahim Asmoro Qondi, Makam Sunan Bejagung dan masih banyak makam-makam
para wali Allah yang tersebar di Tuban,” terangnya
Ke depan, ia meminta
kepada Pemprov Jatim agar Kab. Tuban diberikan kesempatan lebih untuk menampilkan
pagelaran seni dan budaya di gedung kesenian Cak Durasim Surabaya. Intensitas
pagelaran seni dan budaya yang ditampilkan tersebut, akan mendorong masyarakat
untuk mengenal dan lebih mencintai kesenian khas dari daerahnya.
“Kami mohon, melalui
Bapak Sekdaprov Jatim agar memberikan kesempatan dan waktu yang lebih banyak
kepada Kab. Tuban untuk menampilkan produk daerah sekaligus mempromosikan
wisata di Gedung Kesenian Cak Durasim,” tutupnya. @Jplus
Foto : Foto : Sekdaprov.jatim
Akmad Sukardi, Wabup Tuban dan Drs. Sukatno, SSn kepala UPT Taman Budaya bersama menbuka GSB Jatim
Kab.Tuban di Taman
Budaya Cak Durasim Surabaya

0 komentar:
Posting Komentar